04 Oktober, 2025

Puisi - Bertemu denganmu

Musim mulai berlari,
mewanti dari kejaran sepi
ia menari-nari
menembus sadar tuk menepi.

Roda jalan bepergian
membopong orang-orang
kabur dari pelarian
badai penantian.

Pelukmu yang sempat hangat
memaksa amigdala,
merasuk ke alam syaraf
menyeduh senyummu yang pekat.

Meski di alam mimpi,
aku ingin kau percaya,
semalam yang ku rasa
terasa begitu nyata.

— Fall in Istanbul
Rabu, 1.10.2025

05 Mei, 2024

Cermin - Risalah Perjalanan Kopi


Tuan.. Semalam, kopimu terperangkap. Dalam cangkir putih yang sunyi. Tercebur, dalam lautan panas. Melebur, dalam larutan gelap. Menangis, hilang tak berwujud. Hanya sisa aroma maujud. Namun, tahukah Tuan? Ia tak sendiri. Secangkir putih turut menemani. Ia tak tega. Melihat secangkir jiwa, tenggelam bersama lamunan sunyi. Heningnya malam, memaksanya tunduk. Terombang bersama, pusara keputusasaan. Namun, mereka begitu tabah. Dari segala ingin tuannya. Tentu saja, tuan tak mengerti. Hatta, tak pernah peduli. Meski mereka tahu, "Memang, beginilah ketentuannya!". Sudah termaktub lama, dari jalanan Italia. Malang memang. Pahit sudah kepastian. Sampai ketika diujung temu, mereka menyusut. Menuju akhir ketiadaan. Berharap satu penutup. Pujian ke atas Tuhan. Demikian, risalah perjalanan. Dari secangkir kopimu ini. Agar kiranya tuan menyadari, arti "Selamat Menikmati".


Bornova, İzmir

04 Mayıs 2024

18 Februari, 2024

Puisi - Lembayung Tiba


Rintik air.
Beramai-ramai.
Menyapa mendung kekuning-kuningan.

Menjelang lembayung tiba.
Langit berganti.
Menepi, gelap menanti.

Hiraukan rasa mereka.
Juga diriku, yang mulai pudar.
Oleh bintik cahaya berarti.

Februari, 2024.

23 Januari, 2024

Puisi - Angan-Angan


Dalam kenangan,
engkau ku angan.
Di dalam angan,
kau kesenangan.

Dalam bayangan,
aku berangan,
kau kesayangan.

Hujan kenangan,
dalam genangan,
di ketenangan.

Di ujung angan,
dalam simpangan,
nan beterbangan,
kenang-kenangan.

(2018).

05 Juli, 2023

Puisi - Menjelang Terbenam


Mengeja rindu
Di tepian senja
Ombak di musim panas
Merajut bayang-bayang lukisan
Mentari, bertaut awan
Menuntun cahaya..
Menunju penantian malam

Tepat waktu itu
Perlahan, bayangmu terbenam
Di ufuk samudera
Lilin-lilin fana
Mengejar intuisi
Bersama rembulan
Bernaung dalam memori

Wajahku memerah
Jalanan nampak lelah
Terdengar bisikan syahdu
Desiran suara hatimu

Tarihi Asansör, İzmir.
Haziran 2023.

08 Mei, 2023

Puisi - Dalam Untaian Rindu

Hujan turun dengan lembutnya
Di malam sunyi tiada hentinya
Aku rindu bayangmu bersemi
Saat hati terbuai desiran sepi

Selalu ku ingat senyumanmu yang indah
Lukisan fajar, hiasan langit pengusir gundah
Engkau lah bidadari bermata jeli
Yang ku syukuri kini dan waktu nanti

Hati ini bergemuruh oleh sebab rindumu
Seiring derasnya hujan saat-saat kelabu
Namun, ku tahu bayangmu s'lalu di sini
Menemani dan memberi damai sanubari

Ku pejamkan mata lalu ku hirup riuh udara
Berhembus masuk ia ke dalam rongga suara
Nafasku terpana melihat butiran cahyamu
Menyinari gelapnya relung-relung hatiku

Demikianlah ku gores rinduku ini
Dalam ikatan berbalut restu ilahi
Tak koyak ianya oleh bisikan semu
Tak pula usang oleh jeritan waktu

Saat nanti kita bertemu kembali
Di bawah naungan cintaNya abadi
Kan kita lihat cahya kasih tiada terkira
Hidup bersama dalam bahagia sejati

8 Mei 2023.
Dibuat dengan bantuan AI (dengan penyesuaian).

01 April, 2023

Catatan - Serius Mau Lanjut S2?

Serius Mau Lanjut S2? - Sebuah Notula.

  1. Tren lanjut sekolah sedang meningkat.

  • Dari temen² kelas dan kating yang duluan lanjut sekolah

  • Bingung mengisi waktu

  • Dapat dukungan lahir batin dari ortu

  • Ada banyak beasiswa (LPDP, AAS, Fullbright, dll)

  • Ada ketakutan masuk dunia kerja

  1. Tren orang yang sudah bekerja tidak ingin lanjut kuliah.

  • Malas

  • Karir sudah bagus (zona sudah nyaman)

  • Sudah berumur

  1. Mas Dika:

  • Pernah pengen lanjut kuliah S2 tapi ditolak karena IP pas²an.

  • Motif untuk lanjut kuliah selalu berubah seiring berjalannya waktu

  • Kita harus mereview goal kita apa? Apakah S2 membantu mencapai goal kita?

  • Banyak opsi lain untuk melengkapi puzzle dari goal kita selain S2.

  • S2 lebih sulit tantangannya (godaan dari media sosial teman, saudara, dkk)

  • Intinya harus dipertanyakan ulang tujuannya tuh apa?

  • Kalau aku, tujuannya menjadi bermanfaat (klise memang). Tapi nanti ada jalan walaupun tidak sama seperti yang kita rencanakan.

  1. Mas Bayu

  • Timing (momentum) setiap orang berbeda untuk bisa mencapai sesuatu. Ketika melihat teman² kelas sudah lanjut kuliah atau menikah jangan tergesa-gesa karena mungkin mereka sudah dapat momentumnya.

  • Pikirkan matang² apa sih yang benar-benar ingin kita capai?

  • Hidup kita bukan lomba, tiap orang punya garis finishnya masing-masing. Dan setiap orang punya ekspertisinya (ahli) masing².

  • Attitude dan Keilmuan adalah sesuatu yang berbeda.

  1. Mas Ijma

  • S2 bukan berarti lebih dari S1, ketika yang S1 lebih bisa memahami konteks (hidup) maka dia yang lebih.

  1. Random

  • Ragu ketika daftar beasiswa S2? Mulailah dari Apa? Mengapa? Bagaimana?

  • Ketika menginginkan lanjut kuliah, motif awalnya kan umum lalu lama² semakin mengerucut. Misal, awalnya ingin kuliah S2 di Inggris, pokoknya di Inggris. Trus lama² berubah, karena melihat ada seorang profesor idola di Universitas Manchester dalam studi ekonomi, maka motifnya berubah menjadi lebih spesifik.

  • Jawabannya kenapa saya bisa diterima LPDP di Manchester hanya satu, "I found the puzzle! Puzzle yang pas untuk goal saya".

  • Kita perlu merefleksikan diri kita, puzzle yang mana yang belum terpenuhi, yang ingin kita lengkapi (apakah menikah, S2, wirausaha, dan sebagainya).

  • Jangan buru² (S2, dll) hanya karena melihat teman²mu sudah lebih dulu melalui itu, karena ada sesuatu pada diri kita yang harus dilengkapi (red: diperbaiki/diupgrade) dalam hidup kita.

  • S2 itu bukan bulan madu juga bukan halan-halan semata. Bahaya kalau niatnya cuman iseng², sekedar S2 tapi ngga tau tujuannya apa.

  • Kalo kita melakukan sesuatu (red: S2) tapi kita ngga punya interest yang kuat. Forget it!

  • Misal saya ingin lanjut S2 dan saya suka mengajar, tapi saya tidak terlalu suka melakukan penelitian, membuat paper dan sebagainya. Solusinya saya bisa menjadi dosen part time. Jadi saya bisa menjalani sesuatu yang passionate dan interisting buat saya tapi disisi lain saya tetap bisa mengajar menjadi dosen.

  • Perusahaan juga melihat kompetensi dari kita: Karya atau projekt yang sudah kita kerjakan.

  • Perusahaan biasanya lebih melihat attitude bukan background dia lulusan mana tapi ngga punya kompetensi yang bagus.

  • Pengalaman itu sangat penting. Karena perusahaan akan sangat melihat itu.

  • S2 harus sadar! Butuh ngga sih S2? Tergantung, kalau kamu S2 karena ingin mendapatkan ilmunya, lanjutkan!

  • Manusia adalah aset signifikan, kalau perusahaan ingin maju maka manusianya harus maju. Contohnya bisa memberikan scholarship bagi karyawan.

  • NGGA ADA GELAR YANG WAJIB KECUALI HAJI (ITUPUN BAGI YANG MAMPU)

  • Sangat banyak variabel lain yang lebih penting buat goal kita (wawasan diperluas).

  • Kuliah S2 itu lebih menjurus. Tidak seperti S1.

  • Opsi untuk S2 ada banyak. Tidak melulu di luar negeri, bisa beasiswa dalam negeri.

  • Apakah S2 hanya akan jadi dosen? Tidak melulu. Banyak yang S2, tapi karena passion dia bukan menjadi akademisi, maka dia terjun ke dunia yang dia sukai, ada juga yang menjadi dosen partime.

  • Kalau kamu fokus menjadi akademisi, maka side hustle (kerja sampingan) ngga terlalu penting.

  • Kalau kamu hanya menjadi dosen part time maka kerja sampingan sangat penting.

  • Jangan paksakan. Sesuatu yang dipaksakan hasilnya setengah setengah.

  • Liat kekuatan kita dimana, kelemahan dimana. Peluang apa, tantangan apa.

  • Pengalaman (magang, relawan, organisasi, projek sosial) sangat penting.

  • CV akan lebih mahal ketika bagus di bagian pengalaman, achievement, dan projects.

  • Sesuatu jangan dilihat dari berapa lama durasinya, tapi kualitasnya dan experiencenya. Seseorang yang lulus 3.5 tahun belum tentu lebih bagus dari mereka yang lulus 7 tahun misal.

  • your quality = your experience

  • Join ke perusahaan² startup (rintisan) akan membuat lebih berkembang. Masih bisa ngobrol 4 mata sama CEO nya.

  • Masalahnya adalah, "Jangan-jangan kita ngga tau kebutuhan kita apa, dan kita ngga tau definisi sukses menurut kita apa".

  • Jangan tergesa-gesa. Ambil waktu untuk mempertimbangkan apakah S2 penting untuk kita? Tapi jangan lama-lama juga.

  • Renungkan, ngobrol sama orang² yang kita percayai, minta feedback dari mereka.

"ILMU BISA DIDAPAT TIDAK HANYA DARI S2, TAPI KALAU CUMAN BISA DI S2, LANJUTKEN!".


Puisi - Siapakah namamu?

Aku hanya perlu duduk
Mengencani langit
Membiarkan kuduk
Berdiri menggigit

Saraf-saraf berbenturan
Kulit-kulit berguguran
Terkikis pedih
Oleh bayang-bayang
Terbang melayang

Sebenarnya,
Yang diingin sederhana
Yang pasti,
Tak mesti sempurna
Tak mutlak rupanya

Berbekal kasih sayang
Bertaut Sang Penyayang
Menjelma bulan
Lampu jalanan

Berdenyut angin senyap
Bertiup dalam gelap
Diaspora malam
Di musim yang peram

Sayup-sayup delusi
Desiran rusuk sebelah kiri
Batinku tergugah
Oleh dia..
Yang termaktub, dalam gundah

Biar ku lirik..
Bait-bait kepastian segala sesuatu
Kan ku sebut-sebut namaNya
Rahsia pasal belahan jiwa

Namun, apalah daya
Tak kunjung kutemukan!
Atau.. dia yang temukan?
Aku termenung..

Siapakah namamu?
Aku ingin bertemu.

Ciputat, 10 Ramadan 1444
31 Maret 2023

30 Maret, 2023

Prosa - Namanya adalah Yasmin (Bagian I)

Prolog

Aku adalah manusia tak bersejarah. Orang tuaku telah berpisah sedari aku kecil. Ayahku pergi tak tau arahnya. Sedang ibuku pergi merantau ke negeri seberang. Maka dipungutlah aku oleh kemenakan ibuku yang tak tega melihat keadaan seorang anak yang telah kering air matanya. Selepas aku hidup di dalam keluarga kemenakan ibuku. Aku tumbuh menjadi seorang lelaki yang tabah. Tentu saja oleh sebab terbiasa menikmati pahit dan getirnya kehidupan ini.

Pada masa remaja, selepas tamat dari bangku sekolah menengah pertama. Dimintanya aku lanjut bersekolah ke kampung sebelah. Sebab, di kampungku ini sangatlah terbelakang. Kendaraan untuk melanjutkan roda kehidupan sehari-hari pun tak dapat ditemukan. Maka disekolahkannya aku ke kampung Tabing Banda. Cukup jauh kiranya dari rumah kemenakan ibuku, akan tetapi dengan semangat yang sentiasa bergejolak oleh sebab impian besar yang ku pegang kuat-kuat, aku lewati jalan-jalan yang curam itu, menyebrangi sungai, naik turun gunung, melewati tebing-tebing yang tak tahu kapan kiranya runtuh menimpa tubuhku. Terasa penat memang, tapi aku merasa di situlah nikmat perjuangan yang sesungguhnya

Pada suatu hari, terjadi peristiwa besar dalam hidupku. Hari itu tidak akan pernah aku biarkan hilang dari ingatanku. Hari itu, sekolah kami baru saja menerima seorang murid baru, gadis yang senyumnya teramat manis. Namanya adalah Yasmin. Dia baru saja berpindah daripada rumah ayahnya di negeri Jawa ke tanah ini sebab urusan pekerjaan orang tuanya.

Ayahnya adalah saudagar yang kaya raya. Rumahnya bertingkat-tingkat. Jongosnya pun hingga 10 orang yang merawat segala sesuatu di rumah itu. Namun, Yasmin adalah anak perempuan yang pemalu. Ditutupnya wajah manisnya itu dengan selendang putih yang tipis berhiaskan motif bunga berwarna warni. Bagiku, tidaklah itu memberi pengaruh kepadaku selain menambah keanggunan paras jiwanya.  Sehingga mengalir udara sejuk yang bergegas membius seisi relung hatiku. Aku tak tahu, perasaan macam apakah ini? Dibuatnya aku terbang, melayang, menuju lautan kasih sayang. Sepertinya, aku tengah jatuh hati kepadanya. Oh.. Yasmin! Si anak saudagar kaya... (Bersambung).

Puisi - Angan-angan

Dalam kenangan
Engkau ku angan
Di dalam angan
Engkau kenangan

Saat genangan
Aku berangan
Dalam kayangan
Hujan kenangan

Ada bayangan
Sejuk diangan
Kau kesayangan
Kenang-kenangan

2021

21 Maret, 2023

Catatan - Perkataan

Kata-kata bisa membuat yang tenang menjadi marah. Kata-kata bisa membuat yang diam jadi menangis. Kata-kata bisa membuat yang sedih menjadi bahagia. Kata-kata bisa membuat yang suntuk menjadi tertawa. Kata-kata bisa membuat yang benci menjadi cinta. Kata-kata bisa membuat yang bingung menjadi tersenyum.

Jika kata-kata itu keluar daripada mulut seseorang, maka seketika ia bisa memeluk agama Islam, atau sebaliknya ia murtad keluar dari agama. Jika kata-kata itu keluar dari seorang saksi, maka seseorang akan dihukum mati, atau sebaliknya akan terbebas dari pahitnya hidup di dalam bui. Dengan kata-kata, seseorang bisa selamat dan mendapat ganjaran yang tiada pernah terbayang. Namun sebaliknya, dengan kata-kata, seseorang bisa celaka dan mendapat siksa yang tak pernah ia kira.

Dengan kata-kata seseorang bisa menjadi saling kenal dan saling memadu cinta. Begitupun dengan kata-kata, seseorang bisa saling bermusuhan dan saling cela-mencela. Dengan kata-kata, seseorang bisa terlihat gagah, cerdas, berwibawa. Dengan kata-kata, seseorang bisa terlihat bodoh, dungu, tak tahu tata krama.

Maka, dalam sebuah Hadis dikatakan,

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر، فليقل خيرا أو ليصمت
"Barangsiapa iman kepada Allah dan iman kepada (balasan) di hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau (jika tidak mampu) maka hendaknya dia diam".

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berkata wahai kawan-kawan. Belajarlah berkata-kata yang baik-baik saja atau diamlah. Karena diam lebih dekat dengan keselamatan.

Barangsiapa yang banyak bicaranya maka banyak pula kesalahannya. Sebab, dalam setiap perkataan selalu ada potensi kesalahan. Entah dalam maknanya, atau dalam pandangan orang yang kita ajak berbicara, dan lain sebagainya. Ketika perkataan kita semakin banyak, maka potensi kesalahan pun akan semakin banyak pula.

Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha untuk mengamalkan hadis Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berikut ini,

خير الكلام ما قلّ ودلّ
"Sebaik-baik kalam, adalah perkataan yang padat dan jelas".

(Intisari yang dinukil daripada ceramah Al-Habib Umar bin Hafiz Hafidzahullah dengan beberapa perubahan.)

13 Maret, 2023

Puisi - Rintik-Rintik di Balik Jendela

Memang benar hujan itu anugerah.
Aromanya manis tepikan gundah.
Rintiknya teduh bergelimang resah.
Sebabnya air bercampur tanah.

Oleh sebab itu, aku bersaksi.
Bersama angin di malam ini.
Karenanya aku diizinkan lagi.
Duduk bersandar mengingatmu kembali.

25 Januari 2023.

20 Januari, 2023

Opini - Celetukan

Biasa aja lah, hidup ini cuma persinggahan dari masalah yang satu menuju masalah yang lain. Terus, kapan istirahatnya? Nanti kalo lo udah di surga. Emang lo bisa masuk surga? Ya bisa, insya Allah dengan rahmat Allah. Gimana caranya? Ya gawe lah! I'mal shalihan! Capek-capek dulu, masalah-masalah dulu, baru bisa berenang ke tepian.

Bumi itu bulat kan, inget! Muter terus. Dan biasanya sama polanya, kadang di atas seringnya di bawah. Tapi masalahnya ya cuma itu-itu aja kok. Kesehatan jasmani dan rohani, ekonomi, hubungan sama orang lain, karier, pendidikan, dsb. Udah.

Ngga usah dipikir dalem dalem makannya bang, insyaAllah nanti juga kelar sendiri. Banyakin aja usahanya, capek-capeknya, aktif ambil peluang. Manfaatin waktu yang ga bakal terulang. Jangan kebanyakan mimpi tapi minim aksi. Banyakin aksi bakal bikin lo kaya prestasi. Minimal buat diri lo sendiri lah, bisa terbebas dari ketergantungan terhadap orang lain. Beneran, jangan disepelein, ini ibadah loh.

Semakin berat tantangan yang sanggup lo hadapi, semakin besar kemampuan lo dalam membentuk kualitas dan value diri lo sendiri. Analoginya kaya waktu lo nge-gym. Orang-orang yang udah 'besar' sekarang, pasti mereka ngga cuma tidur-tiduran, mereka capek-capek dulu. Tapi capeknya pake ilmu biar dapet additional value. Bertahap demi bertahap. Dan itu biasanya ngga bakal mereka tampakkan.

Mereka terapin nih konsep delayed gratification. Mereka invest waktu mereka, energi mereka, kesenangan mereka, uang mereka, dan hal-hal yang mereka punya untuk tujuan yang besar di masa depan. Tujuannya apa? Ya, tentu personal masing-masing. Tapi tentunya, lo juga punya kan tujuan yang besar itu? Kalo belom punya, tentuin sekarang!

18 Oktober, 2022

Opini - Bumi itu bulat

Hikmah dijadikannya bumi ini bulat adalah ia akan terus-menerus berputar, begitu pula dg hal-hal yang ada di dalamnya.
Senang berganti sedih, kaya berganti miskin, cinta berganti benci dan seterusnya.
Seandainya bumi ini datar, mungkin hidup ini akan terasa sangat membosankan.

"Maka dari itu, mari bersikap biasa-biasa saja".

11 Oktober, 2022

Puisi - Harap

Lihatlah..
Langit malam begitu mempesona
Raut wajahmu, kerlingan matamu
Mengendap dalam syaraf ingatanku

Malam ini, udara terasa lembut
Memeluk luka yang masih basah
Seperti rindu..
Menanti temu di ujung resah

Lantas, ku palingkan ke ujung angkasa
Bimasakti, Andromeda, bintang-bintang ikut menggoda
Memaksaku untuk menikmati
Meski pahit dalam sanubari

Seketika.. gugur seuntai harapan
Tenggelam ia di sudut pelataran
Tersapu oleh debu perjalanan
Terbang.. terbang tak bertujuan

Jujur saja, aku akui
Engkau yang pantas dimiliki hati
Walaupun satu yang buatku pilu
Pantaskah aku ditakdirkan untukmu?

Karangasem, 11 Oktober 2022. 10.19 malam.


28 September, 2022

Cermin - Dekat

An: "Iq, hidup kok gini-gini amat ya? Sumpek banget rasanya. Masalah kayak ada di mana-mana, nggak ada selesainya".

Iq: "Ohh.. Itu mah karena kamu kurang deket, An".

An: "Hah, maksudnya?".

Iq: "Ya, lagi jauh aja kamu, An".

An: "Asli, ngga paham".

Iq: "Gini An, dengerin baik-baik ya. Bayangin kita ada di suatu malam yang saangat dingin, trus kita deket nih sama api, kita bakal ngerasa hangat kan?". An mengangguk-angguk.

"Atau kita deket nih sama angin, kita bakal ngerasa dingin kan?". An menganggukkan lagi kepalanya. 

"Nah, terus gini, An. Bayangin kalo kita lagi ada di suatu tempat yang gelap terus kita deket nih sama cahaya, apa yang bakal kita rasain?". "Terang dong, ngga ngerasa gelap lagi". 
"Nah betul. Tapi, sekarang gini, An. Gimana kalo kita deketnya sama Allah?". An terdiam. Ia termenung, berpikir sambil memegang kepalanya.

An: "Aaa.. Kalo kita deket sama Allah, pasti kita bakal ngerasa tenang. Karena kita tahu kalau Allah itu Maha Memberi Ketenangan".

Iq: "Seratus buat kamu, An. Apalagi kita juga tahu kan kalau Allah itu Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Dekat dan Maha Mencukupi hamba-hambanya. Bahkan Dia lebih dekat daripada urat-urat nadi kita".

An: "Bener sih yang kamu bilang, Iq. Cuman kenapa ya kadang-kadang kita yang malah menjauh?".

.....

Iq tersenyum. "Karena kita ngga cukup kenal, An".

27 September, 2022

Cermin - Sebungkus Pesan dari Altara

Selepas melahap empat bungkus nasi kucing plus sambal teri dan tempe goreng. Kami berbincang-bincang. Sembari memanaskan teh manis dan membersihkan piring, ibu itu berpesan.

"Dek, yang semangat ya belajarnya. Biar jadi orang sukses, bisa nyenengke orang tua", saut ibu itu.

"Nggih, Bu. Aamiin. Mohon doanya".

Ibu itu menambahkan,

"Iya ibu doakan. Yang penting, hidup itu yang lurus-lurus saja lah, dek. Ngga usah neko-neko ikut-ikutan yang ngga bener. Kalau pikirannya lurus, hatinya lurus, perkataannya lurus, perbuatannya lurus, nanti hidup ini Allah yang urus, Insya Allah, ndak usah khawatir".

Kami mengangguk. Mata kami mulai memandang satu sama lain. Walau sepertinya, masing-masing tengah melihat ke dalam dirinya sendiri.

Pada akhirnya, kami sampai di ujung penantian---pulang. Sambil membawa sebungkus pesan berharga tentunya.

24 September, 2022

Opini - Hanya Sebentar

Saya ingin bercerita. Pagi tadi, saat sedang melanjutkan tadarrusan, tak sengaja saya membaca beberapa ayat yang bunyinya seperti ini.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
قَـٰلَ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ عَدَدَ سِنِینَ
قَالُوا۟ لَبِثۡنَا یَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ یَوۡمࣲ فَسۡـَٔلِ ٱلۡعَاۤدِّینَ
قَـٰلَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِیلࣰاۖ لَّوۡ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
(Al-Mu'minun, ayat 111-113).

*Ayat  tersebut kurang lebih bercerita mengenai penghuni surga yang merasa bahwa hidup mereka di dunia terasa hanya sekejap saja. Silahkan temukan sendiri makna ataupun tafsir dari ayat tersebut.

Setelah membaca berulang-ulang sembari merenungi ayat tersebut, saya pun ikut merasa bahwa hidup ini rasa-rasanya memang benar-benar hanya sebentar saja. Mungkin setengah hari pun, sepertinya tidak sampai. Hanya seperti suatu masa ketika kita memasuki waktu pagi, kemudian tak terasa tiba-tiba kita sudah berada di sore hari, sebentaaar sekali.

Dari itu, saya coba mengingat bagaimana masa-masa kecil kita, masa-masa yang penuh kenangan. Banyak hal yang telah kita pelajari, bersama keluarga, teman-teman kecil kita, kemudian tiba-tiba tak terasa kita sudah beranjak remaja. Maka, mulailah masa-masa yang indah ketika di sekolah, SD, SMP kemudian SMA, sampai ke perguruan tinggi. Terus berlalu seperti itu, hingga kita bertumbuh seperti saat ini.

Perhatikanlah, betapa singkatnya waktu-waktu itu, masa-masa yang telah berlalu. Dari masa-masa itu, kita tahu, banyak sekali hal-hal yang ingin kita perbaiki. Seandainya bisa kembali ke masa lalu, tentulah kita akan berusaha menjadikan setiap detik menjadi jauh lebih baik.

Namun, tinta telah kering dan pena telah diangkat. Segala ketentuan sudah terlanjur ditetapkan. Bahkan sekian ribu tahun sebelum kita diciptakan. Tugas kita hanyalah berusaha untuk senantiasa ridha dan menerima segala ketentuan itu. Dan menjadikan kesalahan-kesalahan yang lalu sebagai pelajaran bagi masa-masa yang akan mendatang.

Saya berharap, mudah-mudahan Allah SWT menjadikan takdir yang baik dalam setiap nafas hidup ini. Hingga ujung nafas terakhir kita. Sehingga kita bisa berkumpul kembali, berkumpul di tempat yang jauh lebih baik dari tempat kita berkumpul saat ini. Tentu dengan keadaan yang jauh lebih baik. Dengan hati yang ridha, dengan hati yang ikhlas, dengan hati yang penuh kebahagiaan. Tiada lagi kesedihan, tiada pula penyesalan. Insya Allah.

Mudah-mudahan Allah selalu meridhai, Âmîn.

13 September, 2022

Puisi - Aku Tertidur

Aku tertidur
Dalam keramaian yang fana
Terlentang dalam kenang
Wewangian pukul lima

Dinginnya, menggerogoti saraf
Hilang kian kesadaran
Terlelap di dalam mimpi
Yang bukan sembarang mimpi

Ku peluk sekujur tubuhku
Lalu tenggelam
Dalam samudera hayal
Dalam.. kian mendalam

Kulalui sebait puisi
Yang mengantarku
Menuju puing-puing
Perjalanan semu

Bilakah ia masanya
Aku masih terjaga
Dari untaian kisah
Mimpi-mimpi ini?

11 Juni 2022, 05.15.

03 Agustus, 2022

Opini - Akan Bertambah

"Hidup ini terlalu singkat, jika hanya kau habiskan dengan bersedih dan berkeluh kesah. Berbahagialah! Nikmati karunia yang melimpah dari Tuhanmu. Setiap momentum tidaklah kekal dan begitu berharga. Ambillah momentum itu! Jangan buang waktumu untuk sesuatu yang tidak perlu. Ada banyak sekali peluang dan kesempatan yang datang silih berganti. Manfaatkan itu! Nikmati prosesnya! Berbahagialah lalu tersenyumlah! Tampakkan bekas-bekas nikmat Tuhan di kedua matamu. Bersyukurlah, sebab segala yang disyukuri akan bertambah", - ucap pria tua berjanggut putih dengan selendang di kepalanya.

Juli, 4th 2022