04 Oktober, 2025

Puisi - Bertemu denganmu

Musim mulai berlari,
mewanti dari kejaran sepi
ia menari-nari
menembus sadar tuk menepi.

Roda jalan bepergian
membopong orang-orang
kabur dari pelarian
badai penantian.

Pelukmu yang sempat hangat
memaksa amigdala,
merasuk ke alam syaraf
menyeduh senyummu yang pekat.

Meski di alam mimpi,
aku ingin kau percaya,
semalam yang ku rasa
terasa begitu nyata.

— Fall in Istanbul
Rabu, 1.10.2025

05 Mei, 2024

Cermin - Risalah Perjalanan Kopi


Tuan.. Semalam, kopimu terperangkap. Dalam cangkir putih yang sunyi. Tercebur, dalam lautan panas. Melebur, dalam larutan gelap. Menangis, hilang tak berwujud. Hanya sisa aroma maujud. Namun, tahukah Tuan? Ia tak sendiri. Secangkir putih turut menemani. Ia tak tega. Melihat secangkir jiwa, tenggelam bersama lamunan sunyi. Heningnya malam, memaksanya tunduk. Terombang bersama, pusara keputusasaan. Namun, mereka begitu tabah. Dari segala ingin tuannya. Tentu saja, tuan tak mengerti. Hatta, tak pernah peduli. Meski mereka tahu, "Memang, beginilah ketentuannya!". Sudah termaktub lama, dari jalanan Italia. Malang memang. Pahit sudah kepastian. Sampai ketika diujung temu, mereka menyusut. Menuju akhir ketiadaan. Berharap satu penutup. Pujian ke atas Tuhan. Demikian, risalah perjalanan. Dari secangkir kopimu ini. Agar kiranya tuan menyadari, arti "Selamat Menikmati".


Bornova, İzmir

04 Mayıs 2024