12 Maret, 2018

Puisi - Resah

Semilir angin di malam kelima belas
Begitu dingin...
Memeluk erat jiwaku perlahan-lahan
Hingga egoku kian tersadar
Semua pengorbanan mereka
Hanya untuk melihat malaikat-malaikat kecilnya tersenyum dengan lebar

Walau sempat tergelincir dalam lubang yang dalam
Akan selalu ku yakinkan keduanya
Bahwa mereka tak pernah sia-sia
Membiarkan kami hidup dalam pelukannya

Memang tak pernah nampak oleh mata
Namun, hati ini selalu resah
Saat melihat butir-butir indah permata
Mengalir deras diatas pipinya

Hingga hatiku sekarat
Tak kuasa menahan haru
Hinggap di dalam dada
 
Saat ini...
Aku hanya bisa melangitkan namanya
Berharap Allah jadikan Jannah sebagai penggantinya

Setelah ini..
Aku harus bahagiakan keduanya.
Dengan ketulusan di dalam doanya.

#RidhallahFiiRidholWalidain

July 9, 2017

Share:

0 comments:

Posting Komentar