Semilir angin di malam kelima belas
Begitu dingin...
Memeluk erat jiwaku perlahan-lahan
Hingga egoku kian tersadar
Semua pengorbanan mereka
Hanya untuk melihat malaikat-malaikat kecilnya tersenyum dengan lebar
Walau sempat tergelincir dalam lubang yang dalam
Akan selalu ku yakinkan keduanya
Bahwa mereka tak pernah sia-sia
Membiarkan kami hidup dalam pelukannya
Memang tak pernah nampak oleh mata
Namun, hati ini selalu resah
Saat melihat butir-butir indah permata
Mengalir deras diatas pipinya
Hingga hatiku sekarat
Tak kuasa menahan haru
Hinggap di dalam dada
Saat ini...
Aku hanya bisa melangitkan namanya
Berharap Allah jadikan Jannah sebagai penggantinya
Setelah ini..
Aku harus bahagiakan keduanya.
Dengan ketulusan di dalam doanya.
#RidhallahFiiRidholWalidain
July 9, 2017
0 comments:
Posting Komentar