Raganya kulit
Jiwanya baja
Kasihnya lembut
Umpama sutera
Namun kini
Ia tertatih
Berjalan sendiri
Bersama sepi
Mengais sisa
Butiran kehidupan
Demi memupuk
Benih-benih yang ia tanam
Hatinya tak jenuh
Nadinya tak mengeluh
Hingga bertumbuh
Seikat bunga
Terjatuh peluh..
Di sekitar wajahnya
Beri senyuman
Amat menawan
Dialah, sang maharani
Jiwanya baja
Kasihnya lembut
Umpama sutera
Namun kini
Ia tertatih
Berjalan sendiri
Bersama sepi
Mengais sisa
Butiran kehidupan
Demi memupuk
Benih-benih yang ia tanam
Hatinya tak jenuh
Nadinya tak mengeluh
Hingga bertumbuh
Seikat bunga
Terjatuh peluh..
Di sekitar wajahnya
Beri senyuman
Amat menawan
Dialah, sang maharani
Wanita lusuh
Lagi mulia
Malaikat tertunduk
Mengakuinya
Lagi mulia
Malaikat tertunduk
Mengakuinya
2018.
0 comments:
Posting Komentar