"Letakkanlah ia di telapak tanganmu, jangan letakkan di dalam hatimu. Jadikanlah uang yang kamu miliki sebatas alat sahaja. Alat untuk membahagiakan orang lain. Bukan sekedar untuk membahagiakan dirimu sendiri. Cukuplah kebahagiaanmu dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintaimu dan kamupun mencintainya. Orang-orang yang kamu dapat saling berbicara dan berbagi bersamanya. Orang-orang yang kamu dapat bersama-sama menghamba kepadaNya".
Disarikan dengan perubahan dari "Ilyas" dalam Tuhan Maha Tahu tapi Dia Menunggu karya Leo Tolstoy.
"An, sepertinya keadaanmu baru akan benar-benar berubah sampai menetap di hatimu orang yang selalu mencintaimu dan kamu pun sentiasa mencintainya". Tetapi, bukan berarti kamu hanya boleh berdiam diri dan menunggunya saja. Sebab, sosok-sosok itu sejatinya sudah ada. Kamu saja yang tidak mau menyadarinya. Tapi itu tidak masalah. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa berkontribusi kepada mereka dengan mengesampingkan kebutuhan serta kelemahan-kelemahan yang saat ini masih kamu percayai.
Man as'adunnas? Siapa orang-orang yang paling bahagia? Man as'adannas. Yaitu orang-orang yang banyak membahagiakan orang lain.
0 comments:
Posting Komentar