Di suatu sore menjelang malam, seorang anak lelaki duduk di bawah pohon plum di sudut taman kota Anatolia. Dia duduk seorang diri di sana. Hatinya tengah bersedih memikirkan permasalahan-permasalahan yang menimpa dirinya. Dia bertanya-tanya bagaimana caranya dia dapat keluar dari permasalahan-permasalahannya itu.
Ketika itu, lalu lintas di sana sedang sangat ramai. Suara bising keluar dari kendaraan-kendaraan umum. Mobil-mobil berlalu-lalang. Trem-trem merah berhamburan di tengah jalan. Pesawat dan kereta bawah tanah pun tak henti silih berganti. Namun, anak lelaki itu tidak mempedulikannya. Dia mengeluarkan buku catatan dari dalam tasnya lalu menulis apapun yang muncul di kepalanya.
Tiba-tiba, dia merasa ada seseorang yang mengajaknya berbicara. Dia merasa takut lalu bersembunyi di bawah bangku taman yang sempit. Dia mendengar lagi suara yang memanggil-manggil namanya, "Yusuf! Yusuf!". Anak lelaki itu semakin ketakutan.
Tak lama setelah itu, seorang lelaki tua berjubah putih lagi berwajah tampan datang menghampirinya. Lelaki tua itu memiliki wajah yang berseri-seri. Dia menepuk punggung Yusuf seraya berkata,
"Yusuf! Kemarilah! Janganlah kamu takut!".
Mendengar seruannnya, Yusuf memberanikan diri keluar lalu berkata,
"Siapakah anda, Tuan?".
Lelaki tua itu tersenyum,
"Engkau tidak perlu tahu siapa aku. Tujuanku adalah untuk menemuimu dan memberikanmu hadiah".
"Hadiah? Hadiah apa?", Yusuf merasa penasaran.
"Ambillah hadiah ini, Yusuf!".
Dengan penuh ketakutan, Yusuf pun perlahan mendekatinya lalu mengambil hadiah itu. Dia menepi ke samping semak-semak dan membuka hadiah itu perlahan-lahan. Sampai ketika dia berhasil membukanya, dia merasa sangat terkejut. Dia melihat sepasang tangan manusia terbungkus rapih di dalamnya. Seketika itu dia berteriak lalu melempar kotak itu. Dia lantas bertanya,
"Apakah maksud anda, Tuan?".
"Itu adalah jawaban dari pertanyaan-pertanayaanmu!".
Yusuf masih bertanya-tanya.
"Saya tidak mengerti".
Lelaki tua itu tersenyum. Dia mendekati Yusuf, memegang pundaknya lalu berkata,
"Yusuf, ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu. Tidakkah kamu ingat ketika kamu bersedih, kamu bertanya-tanya bagaimana caranya keluar dari permasalahan yang tengah menimpamu? Inilah jawaban dari pertanyaanmu itu, Yusuf. Jawabannya ada di kedua tanganmu! Berdoalah dan berusahalah dengan keduanya! Bukankah Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak mau berusaha mengubah dirinya sendiri? Lihatlah ke dalam dirimu maka kamu akan menemukan jawabannya!".
Mendengar perkataan itu, Yusuf hanya bisa terdiam lalu berpikir sejenak. Namun, tiba-tiba saja…. Gubrakkkk. Yusuf terjatuh. Tubuhnya tersungkur ke dalam semak belukar di sekitar tempat duduknya. Sepotong buah plum yang sangat besar terjatuh dari pohon kemudian menimpa kepalanya. Anak lelaki itu ternyata sedang bermimpi. Akan tetapi, dari mimpinya itu, dia mendapat pelajaran bahwa jawaban dari pertanyaannya, ada di balik kedua tangannya.
Büyük hedef imandandır. (Cita-cita yang besar adalah sebagian daripada keimanan).
Sat, Dec 05th, 2020.
0 comments:
Posting Komentar