Melihat kekasih,
Tak kembali dari singgasananya
Begitupun malam,
Tak bersinar seperti biasanya
Embun di bawah kenari pun,
Tak kuasa menjernihkannya
Betapa dahsyat kutukan itu
Disaat semesta menangisi keadaannya
Dia malah mengada-adakan tangisannya
Kini kulihat ia,
Benar-benar menangis
Walau hatinya terdiam
Atau mungkin telah mati
Untuk sekedar mengucap kalam
Menemani malam
Namun perhatikanlah
Bukan dengan dirinya
Tapi dengan hatinya
Syawal, 1441
Mei, 2020
0 comments:
Posting Komentar