Malam, memang paling setia
Menjadi telinga
Bagi setiap cerita
Yang mengusik
Seisi ruang kepala
Maka aku tahu
Dan benar-benar tahu
Bahwa aku tak tahu menahu
Setangkai benih pun dalam hatimu
Tapi, percayalah cinta.
Sinarmu benar-benar menyilaukan
Dibuatnya kedua mataku
Tertunduk tak pandai menghiraukan
Duhai bidadari bermata teduh
Yang jernihkan hati yang keruh
Palingkan sinarmu dari kedua mataku
Serahkan saja ia pada rembulan
Hingga tak mampu lagi ku temukan
Dari gerak dan tutur katamu
Syair-syair yang menghanyutkanku
Sebab, di sana..
Tak kutemukan sebaris harapan
Tak pula sebait kepastian
Yang mengharamkanku
Menikmati sinar keteduhanmu
Maka aku tak tahu
Dan benar-benar tak tahu
Pada siapa hendaknya ku keluhkan,
Kalau bukan pada yang Maha Meluluhkan?
02.11.2021
0 comments:
Posting Komentar