Hujan.
Kulihat putih tudungnya.
Berbekal sebait rindu,
ku menawar teduhnya.
Tubuhku menghangat.
Jalanan masih sepi.
Aku memutar kepalaku.
Tanganku mendingin.
Lebih tepatnya bergetar.
"Lancang!", aku urungkan.
Kakiku mengumpat.
Menuju ke lain tempat.
Penyesalan.
Aku membeku.
2021
0 comments:
Posting Komentar