22 April, 2022

Opini - Optimisme

Seorang muslim harus mempunyai sifat optimis. Optimis akan masa depan, sehingga memiliki semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebab, orang Islam yang terbaik adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Tentunya, manfaat itu tergantung kapasitas masing-masing orang. Bisa memberi kebermanfaatan waktu, tenaga, harta, dan sebagainya. Bahkan, hanya sekedar memastikan saudara muslim yang lain merasa aman dari lisan dan tangan kita, maka itu termasuk salah satu bentuk kebermanfaatan kita kepada orang lain.

Sifat optimis—lawannya: pesimis—adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh para kekasih Allah. Mereka dalam mendakwahkan agama Islam membawa semangat optimis bahwa mereka akan berhasil menggandeng manusia sebanyak-banyaknya untuk beriman kepada Allah dengan izin dan karuniaNya.

Optimis dalam mengejar dunia yang dilandaskan untuk beribadah juga merupakan sikap yang perlu diperkuat. Ketika tujuan itu kita niatkan untuk sesuatu yang berkaitan dengan Allah dan RasulNya serta segala sesuatu yang terkait dengannya, maka hal tersebut termasuk ke dalam perkara yang berorientasikan akhirat walau secara zahir terlihat seperti perkara dunia semata.

Optimis untuk terus berbenah. Terus berkembang. Menjadi lebih sehat. Menjadi lebih berpengetahuan. Menjadi berbudi pekerti yang baik. Menjadi lebih bermanfaat bagi banyak orang. Menjadi lebih sedikit memberikan keburukan kepada orang lain. Hingga bisa mengajak orang lain bersama-sama mencapai ridha Allah dan mencapai ma'iyatullah dan ma'rifatullah. Maka, itulah perkara yang sangat besar yang dapat memotivasi kita untuk keep on the track (istiqamah) dan tidak tersesat dalam perjalanan pulang menuju karuniaNya.

Pesimis berarti merasa putus asa dari rahmat Allah. Padahal rahmat Allah sangat luas dan mendahului kemurkaanNya. Ketika seseorang pesimis, berarti dia meragukan kemahakuasaan Allah untuk mengubah keadaannya menjadi lebih baik. Padahal Allah Maha Kuasa atas Segala Sesuatu. Maka teruslah merasa optimis dari rahmat Allah. Karena hanya Dia yang mampu mengubah keadaanmu, dengan ataupun tanpa sebab sama sekali. Seburuk apapun keadaanmu itu.

Teruslah meminta karunia kepadanya. Teruslah engkau ketuk pintu itu, maka yakinlah suatu saat pintu itu akan terbuka untukmu. "Teruslah kayuh sepedamu, maka suatu saat kau pasti akan sampai kepada tujuanmu".

6 April 2022 / 4 Ramadhan 1443

Share:

0 comments:

Posting Komentar