02 November, 2021

Cermin - Ridha Manusia

Segera kakek terduduk di atas kursi kayu tua, tubuhnya yang semakin lemah menambah hening suasana waktu itu. Ia berpesan kepadaku dengan suaranya yang kian melirih. Aku pun menatapi raut wajahnya tajam-tajam.
"Nak, dengarlah baik-baik nasihat kakek. Kakek sudah kenyang merasakan pahit manisnya hidup di dunia ini".
“Baik, kek", Aku mengangguk.
"Nak, ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai. Sebaik apapun perbuatanmu atau seburuk apapun perbuatanmu tidak akan pernah membuat seluruh manusia ridha ataupun murka kepadamu. Selama-lamanya. Maka dari itu anakku, berbuatlah sebaik-baik yang kamu mampu asalkan itu membawa maslahat bagimu dan orang-orang yang kamu cintai. Ingatlah baik-baik, nak. Satu-satunya tujuan yang dapat kamu capai hanyalah menjemput ridha Allah. Jika itu bisa kamu dapatkan, maka ridha manusia sebanyak apapun itu tidak akan ada artinya lagi bagimu".
"Lalu, bagaimana caranya menjemput ridha Allah, kek?", tanyaku.
"Sederhana saja, nak. Berbaktilah kepada kedua orang tuamu!".
Seketika itu. Aku menarik nafasku dalam-dalam. Merunduk meratapi lantai yang sedikit usang. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku teringat kembali perbuatan burukku kepada kedua orang tuaku.

Share:

0 comments:

Posting Komentar